03 July 2008

Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?

Tulisan ini terinspirasi oleh ungkapan salah satu (atau salah dua ya!) teman gue di kantor. "Iya dong, orang kaya," itulah kata-kata favoritnya saat menanggapi orang yang menanyakannya kenapa sarapan pake roti tawar.

Tulisan ini sebenarnya review atau sinopsis dari buku dengan judul yang sama karangan Safir Senduk. Tapi buku itu masih belum gue temuin lagi di rumah gue.

Selama ini beredar anggapan bahwa karyawan adalah status yang tidak memungkinkan orang menjadi kaya. Anggapan ini dilanjutkan dengan anggapan lain bahwa hanya dengan menjadi pengusaha sajalah orang bisa menjadi kaya. Berawal dari dua anggapan tadi, buku ini mencoba memberikan pandangan yang berbeda dan tegas bahwa seorang karyawan pun bisa menjadi kaya tanpa harus meninggalkan pekerjaan tetapnya dan beralih menjadi pengusaha.

Buku ini diawali dengan uraian yang mencoba mengubah cara pandang terhadap pendapatan yang selama ini diperoleh seorang karyawan, definisi tentang kekayaan yang tidak berhubungan dengan penghasilan tinggi, dan bagaimana seseorang dapat kaya berapapun penghasilan yang didapatnya. Untuk itu, penulis mengemukakan lima kiat praktis yang dapat dilakukan dalam mengelola gaji agar bisa kaya.

Pertama, dengan membeli dan memiliki sebanyak mungkin harta produktif. Harta produktif adalah harta yang dapat menghasilkan pendapatan yang dapat berupa deposito, reksadana, rumah dan lain-lain. Dengan memiliki harta produktif, ada kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Kedua, mengatur pengeluaran, yaitu dengan melakukan pertimbangan dan menetapkan prioritas dalam memutuskan pengeluaran. Pengeluaran yang efektif memungkinkan kita mendapatkan tambahan modal untuk memperbanyak harta produktif.

Ketiga, berhati-hati dalam berutang.

Keempat, menyisihkan penghasilan untuk pos-pos pengeluaran di masa yang akan datang. Merencanakan dari jauh-jauh hari pengeluaran yang akan dilakukan di masa yang akan datang mempermudah mewujudkan keinginan tersebut tanpa harus mengorbankan harta produktif yang ada.

Kelima, memiliki proteksi seperti asuransi kesehatan, pendidikan anak, dan pensiun.

Dengan kelima kiat praktis ini, jika dilakukan dengan cermat dan disiplin, penulis yakin seorang karyawan tidak akan ragu lagi untuk meneriakkan “siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?”

6 comments:

rie said...

Mas Bayu... orang yang dimaksud pasti gue kan?? hehehe
Tapi kalo disini gue mah pesimis Mas, kira-kira kapan kita bisa kaya? Yakin kalo tips-tips loe itu bisa diterapkan di sini?
Pizz Mas....

Bayu Sapta Hari said...

berapapun gaji or pendapatan yg kita dapatkan kita bisa kaya asal kita disiplin dan cermat mengelolanya. kalo lo mau kaya lo musti nikah dulu, karena ada ungkapan menikahlah maka kamu menjadi kaya ... gimana rie?

rie said...

Menikah bisa bikin kita kaya? Yang bener mas? Gue baca bukunya dulu deh...gimana? Loe punya gak?

AryaNst said...

Gak usah baca buku, Rie. Nikah emang bisa kaya. Coba aja lu merit ama Tommy Soeharto, atau Bill gates sekalian. Kaya deh lo!

rie said...

Mas bayu, di komputer yang ada di deket Tiwi, ada PDF nya buku yang loe maksud lho..
Nikah sama Bill Gates?
mmm...ide bagus...kapan-kapan boleh dicoba...

fathy said...

kalo nabung, reksadana, saham dll, kata Donald Trump, itu pasif. kalau mau dapet hasil lebih besar, harus aktif. jadi investor, pemasar jaringan, dll. hehe... *baru baca bukunya Donald Trump*

oya, kalo inflasi naik terus, ga mungkin ngirit2 melulu. jadi, ada baiknya punya beberapa keranjang supaya kalau telurnya pecah, ga pecah smuanya. dg kata lain, harus ubah mindset untuk memperbesar pendapatan dari sumber2 lainnya :D