18 February 2009

Once Upon A Time

"Jangan lupa akh nanti sore ada rapat kammi di watu gilang .."

"Antum siang ini ada agenda ngisi kajian di SMA Kepanjen kan .. jangan lupa ya .."

Kalimat-kalimat itu kembali terngiang-ngiang di telinga ana eh saya. Kata-kata yang dulu menjadi keseharian saya namun tidak pernah lagi saya dengar saat ini. Ingatan saya menerawang kembali ke masa itu (gue lagi menjalani perjalanan waktu nih kembali ke masa lalu ... kayak teori relativitas Einstein aja). Masa di mana waktu saya dihabiskan untuk berdakwah dan mensyiarkan Islam. Waktu dimana saya tidak pernah memikirkan hal-hal selain dakwah Islam. Masa yang tidak lagi saya jalani saat ini.

Masa itu bisa jadi merupakan masa-masa terbaik dan terindah dalam hidup saya. Masa dimana saya merasakan nilai kehidupan yang hakiki. Periode dimana saya merasa memiliki dan menjadi "sesuatu", menjadi bagian dari masyarakat dan berjuang untuk ummmat. Hidup di dalam jamaah bersama-sama dengan orang-orang yang memiliki idealisme dan cita-cita yang sama: menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Di masa itu, saya memang sedang on fire, seorang pemuda dengan idealisme tinggi. Berbagai amanah dibebankan di pundak saya saat itu. Aktif di kepartaian (waktu itu partai keadilan PK), KAMMI (kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia), forkalam, dan forsimaja (forum silaturahmi mahasiswa jakarta) adalah sebagian aktivitas yang saya jalani sehari-hari. Saya masih ingat satu hari saya harus rapat sebanyak lima kali pagi siang sore malam. saking padatnya aktivitas yang saya lakukan. Sehari-hari diisi dengan berbagai aktivitas semacam itu: mengisi kajian, rapat kegiatan atau evaluasi, mengikuti kajian Islam, dan sederet aktivitas lainnya. Dengan kondisi semacam ini saya tidak protes kalau ada yang menyebut saya Ikhwan (ya iya lah masa disebut akhwat sih).

Saya tidak pernah bisa melupakan masa-masa itu, masa yang sudah tidak pernah lagi saya alami saat ini. Saya hanya bisa tersenyum kecut saat ini ketika mengingat masa indah itu karena kehidupan saya sekarang begitu berbeda dengan apa yang pernah saya jalani dan pernah menjadi cita-cita saya dulu: menjadi dai yang bekerja dan berjuang untuk Islam.

Ada rasa bersalah dalam hati saya, saat melihat teman-teman seperjuangan saya yang begitu gigih dan keras berjuang untuk memperjuangkan kemenangan Islam melalui wadah partai (PKS), sementara saya masih saja disibukkan dengan urusan pribadi, keluarga, dan urusan ngga penting lainnya. Ada perasaan malu melihat semangat kader-kader (dimana saya pernah menjadi bagian darinya) yang tetap kokoh dalam tekad dan prinsip perjuangannya. Mana idealisme yang pernah antum yakini itu? Mana cita-cita dan obsesi yang pernah menjadi bagian dari prinsip antum dulu? Demikianlah kata-kata yang sering terlintas dalam pikiran saya.

Hari ini kerinduan atas aktivitas masa lalu itu mendorong saya untuk search dengan kata kunci "pks Malang". Begitu inginnya saya mengetahui kondisi sahabat seperjuangan saya dulu. Sampailah saya pada kenyataan yang begitu menyesakkan hati. Melalui salah satu situs blog, saya membaca "kepergian" salah satu kader yang juga teman seperjuangan saya dulu saat saya menjalani aktivitas di Malang.

lebih detailnya bisa dibaca berikut ini.

http://pks-world.blogspot.com/2008/12/berpulang-ketika-istri-melahirkan.html

http://pksmalang.wordpress.com/2008/12/21/telah-berpulang/

Saya begitu tersentak membaca kabar itu. Kabar telah meninggalnya salah satu kader dakwah yang juga saya kenal dan pernah bersama-sama beraktivitas dalam dakwah. Dahulu saya pernah bareng-bareng main bola dan kemping bersama. Saat terakhir, beliau sedang dicalonkan sebagai caleg PKS untuk kabupaten Malang. Saya hanya bisa berdoa semoga beliau mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya.

Sebagai ungkapan rasa cinta saya yang dalam kepada PKS dan tarbiyah yang telah memberikan dan mengajarkan kepada saya arti kehidupan yang hakiki, saya memasang gambar PKS di situs ini. Meskipun kecil yang saya lakukan ini semoga ini bisa menjadi ungkapan cinta dan bahwa PKS selalu ada di dalam hati saya. Semoga saya dapat kembali mendapat semangat untuk menjalani kehidupan dan masa terbaik saya seperti yang pernah saya rasakan dulu.

3 comments:

Ahmadi said...

Salam kangen balik Akh.., skrg amanah dakwahnya dimana ? Terima kasih doanya, mdh-mudahan kita senantiasa diberikn keistiqomahan utk mengemban amanah dakwah ini ...

priandhani said...

pernah di kammi juga, nih bay!

Bayu Sapta Hari said...

dulu waktu muda pernah aktif di kammi, tapi sekarang ngga aktif dimana-mana. sedih ...