24 May 2010

Nasi goreng buat Firdaus

"Ayah aku mau nasi goreng," kata Firdaus sore itu sambil menunjukkan satu sachet bumbu nasi goreng merek indofood. Ini artinya Firdaus minta dibuatkan nasi goreng. Firdaus emang doyan banget ama nasi goreng dan sore itu Firdaus sepertinya lagi pengen makan nasi goreng. Sore itu di rumah cuma ada ayah dan Firdaus. Kebetulan bunda dan Izzaty sedang pergi ke rumah etek dan menginap di sana.

Atas permintaan Firdaus itu, Ayah dengan senang hati menyanggupi untuk memasak nasi goreng. Kebetulan nasi goreng adalah salah satu menu yang bisa dibuat oleh ayah. Bukannya apa-apa, menurut ayah tidak susah memasak nasi goreng karena bumbunya udah ada. Bumbu nasi gorengnya memakai bumbu instan yang udah jadi. Jadi, ayah tinggal mencampur telur, bumbu, dan nasi untuk menjadikannya nasi goreng. Soal rasa ayah ga bisa menjamin. Ga terlalu buruk lah, buktinya Firdaus selalu minta dibuatin terus .. hehe.

"Saatnya mengeluarkan segenap kemampuan dan jurus memasak," kata ayah dalam hati dan dengan gembira. "Tunggu sebentar ya," kata ayah kepada Firdaus sambil menyiapkan bahan dan perlengkapan memasak.

Sementara Firdaus duduk di depan tivi menonton "kapten Tsubasa" ayah mulai beraksi di dapur. Ayah mulai memanaskan minyak goreng di atas kompor dan menyiapkan telur dan nasi di atas piring. Porsinya diperkirakan cukup untuk dua orang.



Setelah cukup panas, ayah memasukkan telur ke penggorengan dan mengaduknya sampai merata. Kemudian, ayah memasukkan bumbu nasi goreng dan mengaduknya bersama telur. Di sini api kompornya agak dikecilkan supaya telur tidak cepat gosong. Selanjutnya, barulah nasinya dimasukkan untuk dicampur dengan telur dan bumbu nasi gorengnya. Lalu diaduk sampai bumbunya merata ke seluruh nasi.





setelah dirasa cukup masak, api dimatikan dan nasi goreng sudah jadi. Ayah tinggal menyiapkan nasi goreng di piring. Nasi goreng pun siap dihidangkan.



Melihat nasi goreng yang diminta sudah siap, Firdaus dengan senang hati bersiap menyantapnya. Jangan tanya bagaimana rasanya, Firdaus akan dengan lahap menyantap nasi goreng itu.



Dan waktu magrib pun sudah tiba saatnya untuk solat magrib. Tapi sebelumnya ayah minta difoto dulu sama Firdaus .. hehe. cekrek ..

04 May 2010

Batik


Pagi itu suasana terlihat lain. Ada suasana yang berbeda dibanding hari-hari sebelumnya. Tampak banyak orang memakai baju batik dengan beragam jenis dan coraknya. Begitu semaraknya sehingga bisa jadi jika ada orang dari kampung melihat suasana Pria dan wanita, muda dan tua, semua terlihat bangga dalam balutan busana batik. Yang terlihat sangat mencolok adalah para wanitanya. Dibanding model baju batik pria, model pakaian batik wanita terlihat lebih beragam. Tidak hanya bervariasi dalam corak dan warnanya, model pakaiannya pun terlihat amat beragam. Ada yang berbentuk baju terusan atau berupa kombinasi baju dan rok yang padu. Suasana di setiap sudut tempat dan jalan tampak semarak dengan orang-orang yang berpakaian batik.

seperti ini akan terlontar dari mulut mereka, “wah, orang-orang pada mau kondangan kemana ya. Kok banyak banget yang pake baju batik sih.” Ini sedikit menggambarkan bagaimana kondisi di jalan dan tempat-tempat umum yang dipenuhi oleh orang-orang yang berpakaian batik.

Pagi itu Robi pergi ke kantor sebagaimana biasa. Tidak seperti kebanyakan orang kantoran yang hari itu memakai batik, Robi berpakaian polos dengan sedikit pola bergaris. Bukan tanpa alasan dan bukan karena tidak tahu, Robi berpakaian seperti ini yang tampaknya agak kurang wajar. Robi beralasan, “itukan Cuma himbauan aja ga wajib, masa ogut bisa dipecat gara-gara ngga pake batik sih.”

Robi melanjutkan, “lagipula ogut khan ngga punya stok baju batik yang banyak, di rumah ada baju batik tapi rencananya mau dipake buat kondangan besok lusa. Dan, ngga ada baju batik yang laen. Mau pinjem ama tetangga, kan mereka juga pada make batik. Mau beli juga ngga ada anggaran karena pemberitahuannya kan agak mendadak. Jadi, ogut punya hak donk ngga pake baju batik.” Demikian kira-kira pembelaan Robi atas sikapnya yang tidak memakai baju batik ke kantor sesuai himbauan.

Dalam perjalanan ke kantor di atas bus, kebetulan ada seorang teman Robi yang menelpon. Robi pun dengan senang hati menerima telpon dari temannya itu, lumayanlah buat teman ngobrol di perjalanan.

“Halo Robi, gimana kabar lo? Baek?” kata teman Robi di seberang sana.

“Alhamdulillah baek bro, lo sendiri gimana? Baek juga khan?” jawab Robi sambil balik bertanya.

“Alhamdulillah baek juga. Eh gw ga sendiri sembarangan aje loh. Ada bokap dan nyokap nih .. ha ha ha,” jawab temannya Robi sambil sedikit konyol.

“He he .. bisa aje lo. Eh, gimana lo sekarang gawe di mana,” tanya Robi kepada temannya yang memang adik kelasnya waktu kuliah.

“Ah .. gw masih freelance aja kerjanya. Masih seneng begini sih bisa bebas ngga terikat jam kerja,” jawab teman Robi. “Tapi sebenernya gw pengen juga kerja yang tetap biar dapet penghasilan tetap.” Temannya Robi melanjutkan, “gue udah nyoba tes CPNS tapi susah banget ya, kaga nembus-nembus.”

“Ya udah lah berarti belum rejeki lo kali, coba lagi aja bukankah kegagalan adalah sukses yang tertunda,” kata Robi mencoba menghibur dan sedikit berfilosofi. Tumben-tumbenan ya!

“Tapi gw udah nyoba berkali-kali lho bro, belum berhasil juga,” kata temannya sedikit terhibur dengan kata-kata Robi.

Dalam hati Robi menjawab, “berkali-kali? Emang dasar elo yang oon kali ye .. hi hi hi.” Keisengan Robi muncul lagi walaupun cuma dalam hati saja.

“Oh iya Bro, kalo lo mau ada tuh lowongan editor lepas di Salemba,” kata Robi menawarkan kerjaan kepada temannya.

“Apaan bro, editor lapas di rutan salemba,” kata temennya agak sedikit ngga nyambung. Mungkin karena berbicara via telpon, terdengar kurang jelas.

“Dasar lo, ini ada lowongan editor lepas alias freelance di penerbit Salemba. Lo mau kaga?” kali ini Robi berbicara dengan lebih jelas.

“Oh gitu, sori bro agak ga jelas nih. Oke deh, boleh juga tuh,” kata teman Robi. Kali ini dia mengerti apa yang dimaksud oleh Robi.

“Oke deh nanti gw kasih no kontaknye ye. Elo langsung aja hubungin ke sana. Bilang aja dari temannya Robi,” jawab Robi memastikan.

“Oh lo kenal ya ama orangnya?” kata teman Robi agak sedikit kagum dengan temannya yang punya banyak koneksi.

“Enggak kok .. he he he. Gw tau dari milis ajah,” Robi mulai iseng lagi. “Udah dulu ya gw udah mau sampe di kantor nih.” Robi sadar bahwa dia harus turun

“Emang dasar lo. Ya udah deh makasih ya bro. doain gw sukses ya,” kata teman Robi mengakhiri pembicaraan telpon itu.

Di jalan menuju kantor, Robi masih melihat banyak orang memakai batik berseliweran. Sadar bahwa dirinya tidak memakai batik, Robi mulai mencari alasan jika nanti ditanya oleh atasannya. Robi tersenyum sendiri saat mendapat ide bagus. Dengan langkah mantap Robi berjalan menuju ruangannya.

Sebelum masuk ruangan Robi sempat melihat salah satu rekannya yang baru terlihat masuk kerja setelah sebelumnya sakit.

“Gimana keadaan lo udah ga sakit lagi?” tanya Robi kepada rekan yang abis sakit.

“oh ga apa-apa kok, badannya dah baikan lagi,” kata rekan Robi.

“baikan? Emang abis berantem ya,” seru Robi dengan isengnya. Dan, Bletak .. sebuah jitakan mendarat mulus di kepala Robi. Sambil meringis Robi langsung pergi ke mejanya.

Baru saja Robi duduk terdengar suara agak berat. “kenapa kamu ga pake baju batik, tapi kamu malah pake baju polos bergaris,” kata suara itu. Saat Robi mendongak, wajah yang amat dikenalnya sudah menunggu dengan ekspresi cemberut.

“Apa kamu tidak membaca pengumuman yang ada di papan pengumuman itu?” kata suara itu yang ternyata atasannya yang super disiplin dan kaku.

“Saya baca kok pak,” jawab Robi. Dengan iseng Robi melanjutkan lagi, “sebenernya ini baju batik pak, cuma luntur abis dicuci jadinya polos bergaris gini deh.”

Sambil menahan marahnya, atasan Robi langsung ngeloyor pergi.

***

Tulisan ini juga diposting di kompasiana

http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/04/batik/

28 April 2010

Cukup

Sore itu Muthy kedatangan tamu. Adik kelasnya yang kebetulan sedang bersilaturahmi ke rumahnya. Mereka bercengkerama di teras rumah Muthy. Teras rumah Muthy terasa amat teduh dan sejuk sore itu yang diiringi dengan sapuan angin sore yang begitu lembut. Suasana ini begitu tenang setenang hati Muthy dan Kayla, adik kelasnya. Namun, tidak demikian dengan obrolan mereka yang begitu riuh rendah.

Namanya juga ibu-ibu kalo lagi ngobrol dan ngegosip ... seru abis deh. Ditambah lagi dengan tingkah polah bocah-bocah yang sedang bermain di halaman rumah. Suara deraian tawa Muthy diselingi dengan teriakan histeris bocah-bocah yang berlari kesana kemari. Begitu meriah suasana sore yang tenang itu.

"Wah .. mbak Muthy udah enak ya. Punya rumah sendiri. Anak-anaknya dah gede dan lucu-lucu," kata Kayla melihat suasana meriah di rumah Muthy.

"Alhamdulillah udah banyak diberi rizki dan kemudahan dari Allah. Makanya La, nikah donk. Menurut sunah nabi, menikahlah maka kamu akan kaya," kata Muthy menanggapi. "nah, cobalah mengikuti sunah nabi itu." lanjut Muthy.

"Saya sih sebenernya udah pengen mengamalkan sunah nabi itu tapi kok belum berjodoh ya," ujar Kayla. "Makanya saya silaturahmi ke tempat mbak, sekalian nanya-nanya, siapa tau ada udang di balik rempeyek .. he he he .. tau kan maksud saya Mbak," lanjut Kayla mulai mengutarakan maksud-maksudnya yang tersembunyi.

"yes yes I know what you mean," kata Muthy sambil mencoba cas cis cus beringgris ria walaupun masih belepotan. "dont worry be happy ... he he .. eh maksudnya mbak ngerti kok dik," lanjut Muthy.

"sebenarnya mbak punya beberapa kenalan ikhwan, eh kamu mencari yang ikhwan khan," kata Muthy mencoba lebih detil ke masalah yang lebih fokus lagi.

"Ya iya lah Mbak, masa mau sama akhwat ... emang saya cewe apaan ... he he he," kata Kayla. "Saya sih ngga usah muluk-muluk deh mbak asalkan cocok," lanjut Kayla lagi.

"Ha ha .. jadi kamu maunya sama ikhwan yang seperti apa," tanya Muthy kepada Kayla.

"Pertama, dia harus cowok tulen .. hihi .. alias ikhwan. dan ngga gokil .. he he," kata Kayla masih iseng dan bercanda. "Ok deh, saya ngga terlalu masalah sih yang penting cocok dan cukuplah," lanjut Kayla.

"Maksud saya cukup buat beli mobil, cukup buat beli rumah, cukup buat naek haji, he he he ... ada ga yah," kata Kayla sambil cengengesan. "Ga kok Mbak becanda .. tapi kalo ada mau banget tuh ... xixixi," masih dengan ekspresi Kayla yang tanpa beban tapi sedikit konyol.

"Ha ha ... kamu bisa aja. Mau nyari enaknya aja ya. Tapi, jangan khawatir, banyak kok ikhwan yang kayak gitu," kata Muthy sambil tertawa menanggapi guyonan adik kelasnya ini. "Cuma masalahnya ikhwan itu mau ga sama kamu .. he he he," lanjut Muthy.

"Lagipula kayaknya ikhwan yang kayak gitu udah ada yang punya deh .. seperti yayang Mbak," kembali Muthy meneruskan jawaban isengnya kepada Kayla.

"Walah .. bener juga ya Mbak," ujar Kayla sambil tersipu malu.

Derai tawa mereka berdua masih berlangsung sampai saat Kayla pamit untuk pulang. Muthy pun berjanji mencarikan jodoh untuk Kayla, sedangkan Kayla mencoba sabar untuk tetap menunggu keputusan Allah. Karena Kayla sadar keputusan Allah-lah yang terbaik buatnya.

27 April 2010

kerja di depag

"Mat, kayaknya enak ya kerja di depag," kata memet kepada Mamat. Mamat pun menanggapi, "ah siapa bilang enak kerja didepak, mendingan juga gw kerjanya di kantor."

Melihat Sisi Lain dari Sepak Bola



Tidak dapat dipungkiri bahwa sepak bola merupakan olah raga yang paling digemari di seluruh dunia. Baik tua maupun muda, anak-anak, remaja, dan orang dewasa sangat menggemari sepak bola. Tidak terkecuali kaum hawa, banyak juga yang menyenangi sepak bola.

Pembicaraan tentang sepak bola seakan tidak ada habisnya. Orang akan betah berbicara tentang sepak bola seharian penuh karena banyak hal yang bisa dibahas dari sepak bola. Peluang sebuah tim menjadi juara, pemain bola yang menjadi favorit, adalah tema yang bisa dibahas selama berjam-jam.

Buat orang yang memahami hakikat dari permainan sepak bola, hasil akhir dari pertandingan atau apakah tim kesayangannya memenangkan pertandingan bukanlah segalanya. Jalannya pertandingan, taktik dan strategi yang digunakan oleh setiap tim, atau bagaimana setiap tim mampu memanfaatkan peluang adalah hal-hal yang lebih penting untuk disimak dan diamati.

Mereka akan mampu menilai pertandingan secara objektif terlepas dari siapapun yang memenangkan pertandingan. Ada banyak hal yang bisa ditangkap maknanya dari sebuah pertandingan sepak bola dibanding hanya sekedar mendapatkan hasil akhir belaka.

Sekali lagi saya mengatakan hasil akhir terkadang tidaklah mencerminkan proses yang terjadi selama pertandingan. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil akhir, yang membuat tim terbaik tidak dapat keluar sebagai pemenang. Kita akan kecewa jika tim yang kita dukung tidak dapat menang. Namun, kita seharusnya lebih kecewa jika tim yang bermain lebih baik tidak bisa memenangkan pertandingan. Banyak orang mengatakan bahwa bola itu bundar, apapun dapat terjadi.

Orang pun boleh berpendapat bahwa sebuah tim yang menjadi juara belum tentu merupakan tim terbaik. Perlu parameter lain dalam menilai keberhasilan sebuah tim atau klub sepak bola. jadi, wajar jika banyak orang sangat fanatik dan menjadi fans berat sebuah klub meskipun klub tersebut tidak menjadi juara.

Sebagai contoh, belakangan ini telah dirilis klub-klub mana yang untung dan rugi. Di sana tercatat bahwa arsenal adalah klub yang paling banyak mengeruk untung sampai dengan pertengahan tahun 2009. Parameter yang diambil di sini bisa jadi dari sisi komersial, yaitu perbandingan antara pendapatan selama periode tersebut dengan pengeluarannya. Klub yang untung berarti pendapatannya lebih besar daripada pengeluarannya.

arsenal menjadi klub yang untung bisa jadi karena pendapatannya besar. Wajar saja karena stadion baru memiliki daya tampung yang besar. Tentu pendapatan dari penjualan tiket menjadi besar juga. Selain itu dari sisi pengeluaran, arsenal juga terbilang sangat efisien. Pembelian dilakukan terhadap pemain muda berbakat yang akan melalui tahap pembinaan. Arsenal juga hanya membeli pemain yang bagus dengan harga yang sesuai. Namun demikian, dengan kondisi pemain seperti ini, arsenal tetap mampu tampil konsisten dan selalu mengisi empat besar klasemen liga inggris.



Secara permainan, Arsenal juga memiliki ciri khas yang membuat orang ingin selalu menonton setiap pertandingannya. Permainan menyerang yang cantik dan dinamis selalu mengiringi setiap pertandingan yang dijalani. Meskipun permainan cantik ini tidak selalu berujung pada sebuah kemenangan, tetapi ini sudah menjadi hiburan tersendiri bagi penonton yang tidak hanya sekedar melihat hasil akhir saja. Permainan menyerang yang dinamis membuat setiap pemain dari setiap lini punya peluang yang sama untuk mencetak gol. Dan, ini terbukti dengan statistik yang menunjukkan bahwa pencetak gol Arsenal tidak hanya oleh penyerang saja melainkan juga dihasilkan oleh pemain belakang.

Perpaduan faktor teknis dengan nonteknis sangat mempengaruhi performa dan kinerja sebuah klub. klub arsenal telah berhasil memadukan kedua faktor ini. Menjadi klub yang berhasil memperoleh keuntungan terbesar sekaligus mampu menjadi tim yang memiliki permainan yang menghibur di lapangan. Dengan permainan yang menarik, penonton tidak akan ragu untuk selalu datang ke stadion. Ini berarti pendapatan dari tiket menjadi lebih besar, dan begitu seterusnya. Siklus inilah yang menghidupi sebuah klub sehingga klub tersebut dapat tetap eksis dan berusaha meraih setiap peluang. walau bagaimana pun sebuah gelar juara merupakan tujuan akhir dari setiap kompetisi.

10 February 2010

Mie Buatan Ayah

Banyak yang bilang makan mie itu kurang baik bagi kesehatan. Tapi tetap aja banyak yang makan mie. Katanya sih biar ngirit. Ada juga yang makan mie karena sisi praktisnya, gampang bikinnya dan ngga perlu repot beli lauk ke warung. Begitu juga dengan saya yang termasuk doyan makan mie. Tapi saya punya beberapa tips agar makan mie tidak sampai mengganggu kesehatan.

Pertama, makan mie maksimal 3 hari sekali. Ada rentang waktu 3 hari dari waktu makan mie sebelumnya. Katanya sih hal ini bisa lebih aman buat kesehatan kita (juga buat kantong kita juga deh kayaknya!!). Kedua, jangan langsung menggunakan air hasil rebusan mie tersebut tapi menggunakan air mendidih lain. Adapun air rebusan mienya kita buang. Cara inilah yang selalu saya gunakan saat masak mie.

Sore ini, saya juga lagi kepengen makan mie. Kebetulan bocah2 lagi tidur, saya biasa ngumpet2 kalo makan mie biar ga ketauan bocah2. Maksudnya, biar bocah2 ga biasa makan mie dan biar irit juga deh. Kebetulan juga mamah belum pulang dari sekolah. Ya udah, saya bikin aja sendiri (biasanya juga bikin mie sendiri sih, jarang dibikinin .. rasanya beda sih).

Timbul juga keisengan saya, gimana kalo saya abadikan cara2 saya bikin mie. Kalo menurut saya, mie buatan saya rasanya lumayan enak. Tapi ga tau kata orang laen. Maklumlah, namanya juga mie buatan ayah ... prikitiwww

1. Namanya aja mau makan mie, ya harus punya mie dong .. Kalo belum ada, ya cari aja ke warung. Mie kesukaan saya itu indomie rasa ayam bawang. Nih die potonye ...



2. Siapin air panas buat ngerebus mie. Kalo saya biasanya pake telur jg sih biar ada lauknya ga mie doang. Jadi, siapin juga telor.



3. Sambil ngerebus air, saya biasanya nyiapin bumbu dari indomie itu. Jadi saya masukin semua bumbu ke mangkok.





4. setelah airnya mendidih alias mateng, saya ambil sedikit airnya. Terus saya masukkan ke mangkok yang udah ada bumbunya. Biar airnya asli bukan air hasil rebusan mie yang kita makan.





Kenapa saya ga mau makan air yang bekas rebusan mie? karena bisa jadi air hasil rebusan mie mengandung bahan kimia mie yang larut saat dipanaskan. Jadi kalo airnya dibuang, bahan kimianya juga ikut ke buang juga kan. Jadinya lebih aman kan kalo bahan kimianya dah ke buang sama airnya.

5. Selanjutnya, saya masukkan telur ke dalam panci yang airnya dah mendidih.



6. Abis itu, selang beberapa saat, baru deh saya masukkan mienya untuk direbus bareng telor tadi.



7. Ya udah, tungguin deh sampe mie dan telornya mateng. Kalo saya sih biasanya 1 menit sampe 2 menit aja udah cukup. Apinya juga ga terlalu gede ya. Mienya juga jadinya ngga terlalu lembek. Kalo dah cukup mateng, matiin deh apinya, pisahin mie dan telor dari airnya. Pake saringan gitu deh.



9. Masukkin deh mie ke dalam mangkok. Campur mie dan telor, dengan bumbunya. Udah jadi deh mie buatan ayah.



10. Sebenarnya lebih enak lagi kalo mie telornya ditambah bawang goreng dan krupuk atau emping. Tapi berhubung lagi ga ada, ya saya makan aja seadanya. Tapi udah cukup kok buat saya yang udah laper ini. langsung aje saya santap .. nyam .. nyam .. uenak



Eh, tapi ternyata mama pulang bawa makanan juga dari sekolahnya. Ya udah, sikat lagi bleh ... sampe wareg.

15 January 2010

TATA CARA SHALAT GERHANA

“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901)

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044)

Ringkasnya, agar tidak terlalu berpanjang lebar, tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:

[1] Berniat di dalam hati.

[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3] Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4]Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5]Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6]Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.

[7]Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8]Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9]Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10]Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11]Salam.

[12]Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1/438).

sumber: dari catatan facebook teman