09 May 2008

Welcome To The Mt Bromo …. (bag 1)

Hari ini, dari tempat kerja gue, gue sengaja cepat-cepat pulang. Di samping lagi ngga ada kerjaan yang mengharuskan gue lembur, gue juga pengen segera menuangkan cerita untuk gue posting di blog gue yang baru ini. Memang, udah hampir tiga minggu ini gue lagi dikejar deadline di tempat kerja gue untuk nyelesain proyek yang tinggal tersisa 3 hari lagi. Tapi berhubung hari ini tugas-tugas udah gue selesein, gue bisa nyempetin diri untuk membuat posting ini.

Kali ini gue mau nyeritain kisah gue saat pertama kali pergi ke Gunung Bromo. Gue emang udah 4 kali pergi ke Gunung Bromo dan untuk yang pertama kali ini menurut gue sangat unik dan unbelieveble. Sampe sekarang gue masih sulit percaya gue pernah melakukan hal yang nekat seperti itu.

Kisah ini terjadi waktu gue baru lulus SMA dan lagi nungguin hasil UMPTN (ujian masuk perguruan tinggi negeri). Dulu namanya emang masih UMPTN sekarang kayaknya udah berubah jadi SPMB atau apa ya bingung juga karena ganti-ganti nama terus. Waktu itu bulan Juli 1993, gue masih inget banget, ceritanya sambil nunggu hasil UMPTN gue mau jalan-jalan dulu, mumpung belum mulai kuliah gitu. Ritual jalan-jalan emang udah jadi tradisi gue dan gank gue setiap liburan sekolah. Sebelumnya gue juga udah pernah ke Bandung dan Pekalongan dalam rangka mengisi liburan sekolah.

Dan, kali ini our destination adalah sebuah kota di Jawa Timur, yaitu Jombang. Alasannya adalah karena ada teman gue yang punya Mbah (eyang atau kakek) di kota ini. Pada awalnya sih ada empat orang, gue, Dani, Beni, dan Santo, yang berencana pergi. Tapi, kemudian Beni ngga jadi ikut karena ada keperluan keluarga katanya. So tinggal gue bertiga yang siap berangkat. Itu juga dengan biaya yang pas-pasan. Dan, jadilah kami berangkat ke Jombang pas seminggu sebelum pengumuman hasil UMPTN. O ya, di Jombang itu adalah tempat tinggal Mbahnya Dani.

Untuk menghemat biaya kami memilih kereta api ekonomi jurusan Jombang sebagai alat transportasi. Nama keretanya Bangun Karta. Dengan ongkos waktu itu kalo ngga salah 15 ribu perak aja per orang kami berangkat dari Pasar Senen. Saat kami memutuskan pergi ke Jombang belum ada bayangan mau ngapain aja di sana. Yang penting saat itu kami pergi dulu aja. Khan nanti bisa direncanain lagi mau maen ke mana aja setelah sampe di sana dan meminta pendapat kepada famili teman kami di Jombang.

Perjalanan menggunakan kereta api memang agak membosankan menurut gue, apalagi kalo udah malem. Kita ngga bisa ngeliat pemandangan di luar karena keadaan di luar yang sangat gelap. Sebenarnya, gue agak males naik kereta api karena alasan tadi dan juga keadaannya yang kurang nyaman. Kalo teman2 ada yang udah ngerasain pasti ngerasa bosan juga deh. Tapi untuk menghemat biaya kami tetap melakukannya. Dan, kami sangat lega ketika kereta sampai di stasiun Jombang setelah menempuh waktu hampir selama 15 jam yang membosankan.

Kota Jombang ini mirip dengan kota-kota lainnya di Jawa Timur. Kebetulan karena orang tua gue berasal dari Jawa Timur, gue udah cukup akrab dengan suasana kota-kota di Jawa Timur. Pusat kota biasanya berada di dekat alun-alun dengan Masjid Kaumannya. Ini adalah ciri khas kota di Jawa khususnya Jawa Timur. Begitu juga dengan Jombang memiliki alun-alun dengan masjid Kaumannya. Kota Jombang ini lebih kurang dua jam perjalanan dari Surabaya sebagai ibukota Jawa Timur. Letaknya bukan di pesisir atau dekat pegunungan. Jadi, ngga ada tempat wisata atau tempat menarik yang bisa dijadikan tujuan rekreasi. Di Jombang ini kami hanya sempat jalan-jalan ke alun-alun dan nonton film di bioskop. Walaupun kota kecil ternyata ada juga bioskop twenty one-nya. Kebetulan waktu itu ada film City Hunter-nya Jacky Chen. Jadi deh kita nonton. Gue pikir ngapain juga nonton bioskop di Depok aja bisa kok? Habis bingung juga sih mau maen kemana karena ngga ada tempat menarik yang bisa dikunjungi.

Dari Jombang kami mengarahkan tujuan kami ke kota lain yang bisa ditempuh dalam waktu 3 jam perjalanan dari Jombang. Teman kami, Dani, memiliki famili di kota ini. Kota ini dikenal sebagai kota apel dan berada di daerah pegunungan. Ya, kamu semua pasti udah tau kan itu adalah kota Malang. Kota ini emang udah terkenal karena udara dinginnya dan pendidikannya. Di Malang ini ada banyak opsi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi selain memang kotanya sendiri yang terdapat beberapa kampus terkenal. Di kota inilah nantinya gue akan menetap untuk menuntut ilmu.

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Gunung Bromo. Alasannya adalah transportasinya yang tersedia dan tempatnya yang memang sudah dirancang sebagai tempat wisata. Kalau kita pergi ke Bromo jangan dikira kita akan naik gunung sebagaimana kita naik gunung Gede, Salak, atau Semeru. Makanya gue nulis di sini pergi ke G Bromo bukan mendaki G Bromo karena memang kita seolah-olah pergi ke tempat wisata bukan naik gunung.

Wah, ternyata ngga terasa udah jam 11 malem nih. Gue harus istirahat dulu nih, besok gue lanjutin lagi deh ceritanya. Tuh kan udah nguap, ngantuk ye ….

No comments: